Sunday, March 01, 2026

MEMBERI TANGGAPAN KELAS XI.1

 

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK

BAHASA INDONESIA XI

 

KD: Memberkian tanggapan secara kritis terhadap suatu opini

1. Bacalah wacana ini dengan cermat dan teliti seraya memperhatikan opini yang terdapat di     dalamnya!

2. Tulislah poin per poin opini yang terdapat di dalam wacana ini dengan penomoran yang benar!

3. Kajilah opini-opini tersebut berdasarkan pola penalaran silogisme dengan cerdik! Berilah   tanggapan atas kelemahan cara berpikir opini tersebut dengan memberikan cara berpikir yang lebih   baik disertai dengan bukti fakta!

4. Kerjakan di Buku Ekspresi! 

 

Pendidikan Karakter di Sekolah, Perlukah?

Keberhasilan seseorang salah satunya ditentukan oleh faktor pendidikannya. Melalui pendidikan, seseorang diberi bekal hidup yang akan digunakan untuk masa depan nanti. Dewasa ini, di mana terjadi perkembangan zaman yang semakin pesat, pendidikan menjadi sebuah tuntutan yang besar. Menempuh pendidikan merupakan hak setiap orang, sekaligus kewajiban yang harus dilaksananakan demi pembangunan bangsa.

Untuk dapat membangun bangsa ke arah yang lebih baik, dibutuhkan generasi muda yang berkualitas, baik secara akal pikiran maupun perasaan. Hal ini tentunya tidak lepas dari kualitas pendidikannya. Pendidikan yang berkualitas bukan semata-mata hanya membahas soal pelajaran di kelas, melainkan bagaimana didikan yang diberikan dalam kehidupan di masyarakat.

Seperti kenyataan yang ada di Indonesia, di mana banyak pejabat yang melakukan korupsi demi meraih kekayaannya sendiri. Kita tahu bahwa seorang pejabat tentunya adalah orang yang pandai dan berkompeten tinggi. Sebagai pejabat, sudah menjadi tugasnya untuk membangun masyarakat, tapi mengapa ia malah melakukan korupsi? Fakta tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Indonesia masih perlu dibenahi. Banyak dari mereka yang memiliki kemapuan lebih, namun sayangnya tidak dapat memanfaatkan kemampuannya untuk hal yang positif. Mereka akhirnya bersikap egois, tak peduli dengan sekitarnya, asalkan kemampuannya itu dapat membawa keuntungan bagi dirinya sendiri.

Pendidikan karakter harus diberikan pada generasi muda sedini mungkin karena dengan begitu karakter tersebut akan melekat pada diri pribadi orang tersebut, namun hingga saat ini tidak ada batasan hingga kapan pendidikan karakter harus diberikan. Semakin bertambahnya usia seseorang memang semakin jarang pendidikan karakter akan diberikan tapi hal itu bukan berarti pendidikan karakter akan tidak diberikan sama sekali.

Pendidikan karakter yang efektif dapat diberikan lewat orang tua, dan juga di sekolah. Keduanya sama-sama memiliki peranan yang sangat besar dalam memberikan pendidikan karakter. Anak semenjak kecil selalu diasuh dan ditemani oleh orang tua, dan disitulah orang tua harus perlahan menanam benih mengenai karakter-karakter anaknya yang akan terbentuk. Sebenarnya orang tua adalah kunci dari segalanya dalam pembentukan karakter anak. Jika orang tua salah mendidik anaknya dalam membentuk karakter sang anak, maka untuk kedepannya memberikan pendidikan karakter pada anak tersebut sering kali akan mengalami sedikit kendala.

Dengan bertambahnya usia anak, anak akan mulai memasuki jenjang persekolahan mulai dari masa pra sekolah hingga sekolah menengah atas. Di sekolah itulah sang anak akan menghabiskan sebagian harinya karena itu sekolah juga memiliki peranan yang sama besarnya dengan orang tua dalam memberikan pendidikan karakter. Mulai dari pengenalan mengenai apa itu pendidikan karakter hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan karakter yang diberikan di sekolah dapat melalui bermacam-macam kegiatan yang sekolah sediakan. Pada tingkat sekolah dasar dapat diberikan melalui dinamika-dinamika kecil seperti kegiatan yang membutuhkan kerja sama, kejujuran, dan kekompakan. Untuk anak yang berada dalam sekolah menengah pertama dapat diterapkan system seperti kantin kejujuran, di mana dari situ anak akan dilatih untuk bersikap dan berbuat jujur. Sedangkan untuk anak yang berada dalam jenjang sekolah menengah atas pendidikan karakter dapat diberikan lewat kegiatan Live In dimana anak akan belajar hidup sederhana di desa agar anak menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur. Ekskursi yang berwujud kunjungan ke panti asuhan ataupun panti jompo dapat mengajarkan semangat tolong menolong yang tulus bagi mereka yang lemah. Masih banyak kegiatan lainnya yang sebenarnya dapat dikembangkan untuk pendidikan karakter.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “pengalaman ialah guru yang terbaik”, karena memang dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap harinya itulah kita belajar. Sekecil apapun hal itu, kita pasti tetap pernah memetik sesuatu yang berharga darinya. Guru di kelas hanya mengajarkan mata pelajaran yang sebenarnya dapat kita baca secara lengkap di buku, namun lain halnya dengan pengalaman. Pengalaman mengajarkan kepada kita tentang nilai-nilai kehidupan yang tidak akan pernah ada di buku. Belajar sesuatu dari sebuah pengalaman membutuhkan proses yang panjang. Dari pengalaman tersebut, kita pun akan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan kita sebelumnya.

Dunia yang semakin luas, juga berarti bahwa lebih banyak pengaruh negatif yang bisa masuk. Apa jadinya orang yang pandai pikirannya tanpa disertai dengan kepandaian hati? Hal itu hanya percuma saja, karena nantinya hanya akan merugikan orang lain. Maka dari itu, melalui tulisan ini, saya ingin menekankan bahwa pendidikan karakter menjadi sangat penting di era globalisasi ini. Pendidikan karakter didasarkan pada kumpulan pengalaman yang pastinya akan terkenang dan membentuk kepribadian kita hingga dewasa.  Dengan memiliki banyak pengalaman, kita dapat semakin tahu bagaimana hidup dalam masyarakat.

 

Selamat mengerjakan!

 

 

 

MEMBERI TANGGAPAN KELAS XI.2

 

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK

BAHASA INDONESIA XI

 

KD: Memberkian tanggapan secara kritis terhadap suatu opini

1.  Bacalah wacana ini dengan cermat dan teliti seraya memperhatikan opini yang terdapat di     dalamnya!

2.  Tulislah poin per poin opini yang terdapat di dalam wacana ini dengan penomoran yang benar!

3.  Kajilah opini-opini tersebut berdasarkan pola penalaran silogisme dengan cerdik! Berilah   tanggapan atas kelemahan cara berpikir opini tersebut dengan memberikan cara berpikir yang lebih   baik disertai dengan bukti fakta!

4. Kerjakan di Buku Ekspresi! 

 

Pentingnya Guru Menerapkan Pendidikan Karakter 

untuk Peserta Didik

Di dalam dunia pendidikan, karakter adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh kita semua. Karakter adalah salah satu modal pembentuk pribadi yang baik, bijaksana, bertanggung jawab, jujur, dan dapat menghargai satu dengan yang lainnya. Agar dapat mengetahui lebih dalam terkait pendidikan karakter, lebih baiknya kita mengetahui arti dari pendidikan dan karakter terlebih dahulu. 

Secara singkat, pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, kebiasaan, dan keterampilan dari diri manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui proses sosialisasi. Karakter adalah sifat atau watak, akhlak ataupun kepribadian dari seseorang yang mereka pelajari dan lewat semasa mereka hidup. Keberadaan karakter berarti keberadaan fondasi dari soft skill yang justru lebih menunjang tingkat kesuksesan seseorang dalam hidupnya kelak. Hal ini adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap manusia yang harus dibangun terus menerus.

Pendidikan karakter secara formal adalah pendidikan yang sistematis dan terencana untuk mendidik, memberdayakan, dan mengembangkan peserta didik agar dapat maksimal dalam membangun karakter secara pribadi. Sehingga, individu dapat tumbuh menjadi individu yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bangsa, dan negara. Pendidikan karakter bertujuan untuk membangun dan membentuk penyempurnaan diri secara komprehensif, guna membentuk kemampuan diri individu. Nah siapa nih yang seharusnya membentuk pendidikan karakter? 

Menurut Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) mengharuskan masyarakat untuk memperdalam dan nilai-nilai utama yakni, nasionalis, mandiri, religius, integritas, dan saling membantu atau gotong royong. Nilai-nilai yang dibawa tersebut diharapkan dapat diterapkan di setiap lini khususnya pada sistem pendidikan kita sekarang ini. 

Penguatan pendidikan karakter ini digalakkan karena perkembangan zaman serta teknologi yang semakin cepat. Sehingga, perlu penguatan dari dalam diri individu agar dapat terus berkembang juga tanpa adanya distorsi terhadap kebudayaan asli Indonesia. Pendidikan karakter juga menjaga agar pribadi bangsa tetap dalam karakter bangsa Indonesia.

Pendidikan karakter harus diterapkan pada setiap lini masyarakat. Sistem pembelajaran dalam pendidikan karakter ditekankan pada lembaga pendidikan agar dapat mempersiapkan peserta didik secara keilmuan mereka dan unggul dalam kepribadian. Lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan peserta didik yang kuat dalam nilai-nilai moral, spiritual, dan tentunya dalam keilmuan mereka. Nah bagaimana cara menumbuhkan pendidikan karakter? Pendidikan karakter dapat dilakukan dari hal-hal yang terkecil seperti mengucapkan salam ketika masuk dan keluar ruangan, menghormati orang yang lebih tua, membiasakan saling membantu satu sama lain ketika kesusahan dan hal-hal yang kecil lainnya yang dapat menumbuhkan karakter anak.

Cara yang tepat untuk menumbuhkan pendidikan karakter diawali dengan kita paham bahwa masa depan anak ada di tangan pengajar. Maka dari itu apa yang kita lakukan akan ditiru dan dipelajari oleh mereka. Pembelajaran saling tolong menolong, akan diterapkan oleh anak dan menjadi kebiasaan mereka peduli kepada lingkungan sekitar. Hal ini bisa dilakukan dari hal paling terkecil seperti ketika ada pulpen teman jatuh, tolonglah ambilkan pulpen tersebut. Banyak hal kecil lagi yang dapat dimulai untuk membangun pendidikan karakter.

Belajar saling menghargai dari hal terkecil juga dapat diterapkan kepada anak dengan cara mengapresiasi apa yang mereka dapat selesaikan, entah dalam hal pekerjaan, tugas, dsb. Hal di atas dapat menumbuhkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan antara manusia. Bapak dan Ibu guru, salah satu mantan presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt memiliki pemikiran yang menarik terhadap adanya pendidikan karakter ini. Ia mengatakan bahwa “mendidik seseorang tanpa mendidik karakternya adalah cara mendidik yang menyebabkan ancaman terhadap lingkungan masyarakat”. Artinya orang yang cerdas dan memiliki intelegensi yang tinggi, ketika memiliki moral dan karakter yang rendah, justru akan menyebabkan ancaman bagi lingkungan sekitarnya.

Hal di atas disebabkan karena kurangnya moral dan rendahnya karakter individu. Ketika tingkat moral dan karakter individu rendah akan menyebabkan individu tersebut dapat berbuat kerusakan. Mereka akan melakukan apapun yang mereka mau tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Maka dari itu sangatlah penting bagi lingkungan sekolah untuk dapat menekankan pendidikan karakter dengan baik dan efisien. Sehingga menghasilkan lulusan yang cerdas, berkeilmuan tinggi, rendah hati, dan peduli dengan lingkungan.

Secara umum, fungsi dari pendidikan karakter di sekolah adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang sehingga menjadi orang yang memiliki nilai moral yang tinggi, tinggi toleransi, berperilaku baik, dan berakhlak mulia. Kita selaku guru adalah penanggung jawab terbentuknya siswa yang akan menjadi manusia dewasa di kemudian hari.

 

 

Selamat mengerjakan!