Mencoba merenung mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Ternyata gampang-gampang susah!
Puisi sebagai ungkapan perasaan bisa dialami dan dlakukan oleh siapa pun segala umur,, di mana pun, dan kapan pun. Kodrati manusia adalah mankhluk yang bernalar dan berperasaan. Maka, karya puisi merupakan media curahan perasaan seseorang dalam kemasan bahasa yang indah berhubungan dengan pokok masalah hidup dan kehidupan, bsa bersifat personal maupun klasikal universal.
Pelajar SMA merupakan subjek pembelajar yang secara psikologis merupakan fase perkembangan yang paling bergejolak dalam rangka menentukan jari dirinya. Oleh sebab itu, gejolak perasaan sedang mengalami arah puncak penemuan formulasi yang tepat untuk dirinya. Hal ini memerlukan wadah sebagai tempat pencurahan perasaan untuk mengurangi endapan emosi dan pikiran. Maka, menulis puisi merupakan salah satu media pencurahan perasaan seseorang, dalam hal ini remaja tingkat SMAm, dalam berbagai konteks yang mereka alami dan rasakan setiap harinya.
Rubrik ini merupakan tempat bagi siswa-siswi untuk mengungkapkan hal di atas dalam kaitannya proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Maka, tentunya akan diberikan apresiasi dan penghargaan terhadap karya siswa, terutama dikaji dari sisi keberanian, kejujuran, ketulusan, keihlasan, di samping tinjauan hakikat dan metode berpuisi ala I.A. Richard dalam buku Hakikat dan Metode Berpuisi.
Siswa-siswi kelas ini diwajibkan mengunggah puisinya untuk diapresiasi dan sebagai syarat pemenuhan kewajiban belajar. Maka, harap kalian lakukan sebagaimana mestnya yang sudah ditentukan. Judul, nama, dan nomor absen harus disertakan. Manakala ada yang amat berminat, boleh mengirimkan lebih dari satu karyanya, dengan catatan harus orisinal dan tidak plagiaris sehingga tidak melanggar undang-undang hak cipta.
Selamat mencurahkan pikiran dan perasaan! Terima kasih atas aktivtas berkarya kalian dan semuanya akan bermakna, mungkin nantinya. Waktu semakin memperkuat kenangan dan perasaan yang kalian ungkapkan dan rasakan!


10 comments:
TANAH TAK PERNAH PADAM
Karya Marchel K.
Di bawah langit berkibar merah putih
Kisah perjuangan tak pudar dalam Sejarah
Darah dan air mata jadi saksi isu
Menyirami rindu di Bumi Pertiwi
Indonesia, namamu menyala dalam sanubari
Langkah pahlawan terdengar
Menggema kuat melintasi zaman
Mereka gugur demi satu kata: Merdeka
Tak gentar walau badai menghadang
Semangatnya kini hidup dalam dada kita
Dari Sabang sampai Merauke
Tumbuh harapan Bagai sinar Mentari membara
Kami generasi penerus angsa
Menjaga Amanah sepenuh jiwa dan rasa
Mengukir masa deoan tanpa lupa Sejarah bangsa
Perbedaan bukan dinding pemisah
Namun, warna indah menyatu megah
Dari Sabang sampai Merauke Bertaut hati
Dalam satu jiwa, satu cita
Indonesia kuat karena persatuan sejati
Wahai tanah air, kami bersumpah setia
Menjagamu hingga akhir masa
Dengan ilmu dan doa
Kan kuharumkan namamu di mata dunia
Indonesia, engkaulah nyala cinta selamanya
Palembang, 31 Maret 2026
BERBEDA TAPI SATU
Karya Marchel K.
Kita lahir dari cerita tak sama
Berbeda warna, Bahasa, dan rasa
Namun, di bumi sama kita berpijak
Belajar saling mengerti Bagai saudara
Karena perbedaan bukan tembok pemisah
Ada doa dengan cara berbeda
Ada pula keyakinan tak serupa
Namun itu bukan alasan berpecah
Justru jadi jalan menuju pengertian
Bahwa damai itu indah jika dijaga
Di sekolah, kita duduk Bersama
Tanpa melihat siapa dan dari mana
Tertawa, belajar, dan berbagi cerita
Tanpa perbedaan pemisah kita
Karena persahabatan lebih berarti
Kadang perbedaan memicu salah paham
Tapi kita bisa memilih tuk diam
Saling mendengar dengan tenang
Mencari jalan tanpa menyerang
Agar hubungan tetap hangat dan nyaman
Walau berbeda kita tetap sejalan
Saling menghormati jadi pegangan
Bukan tentang siapa paling benar
Tapi bagaimana kita bisa sadar
Bahwa damai lahir dari saling menerima
Palembang, 31 Maret 2026
LANGKAH MENUJU ESOK
Karya Marchel K.
Di pagi hari aku berdiri
Menatap hari esok tak pasti
Langkah kecik kuukir perlahan
Dengan mimpi Bagai Bintang harapan
Meski jalan berselimutkan kabut misteri
Aku percaya pada Cahaya harapan
Walau ragu datang bagai badai hujan
Tekad menyatu dalam dada
Menepis rasa takut kala menyapa
Menuju masa depan secerah Cahaya
Keringat jatuh bagai Mutiara
Setiap usaha berbuah makna
Kegagalan bukanlah pilihan
Melainkan api tekad membara dalam diri kita
Mengantar cita ke puncak asa
Dunia luas membentang bagai Samudra
Tak boleh hati kalah oleh lara
Meski badai menguji Langkah
Ku tetap teguh melangkah
Karena mimpi Adalah Kompas arah
Kelak nanti kujelang puncak
Tujuan indah kususun tegak
Dengan usaha tak pudar
Dan doa tak pernah reda
Masa depan cerah pasti kuraih
Palembang,1 April 2026
PELITA HIDUPKU
Karya Marchel K.
Di balik senyum engkau beri
Tersimpan Lelah bagai malam sepi
Kasih tulusmu mengalir laksana Sungai
Menjadi Cahaya di higupku
Senantiasa menuntun Langkah hati
Ayah, engkau gunung peneduh hidupku
Ibu, engkau embun penyejuk jiwaku
Setiap doa mengalir deras bagai air terjun
Membawa langkah menuju restu
Mengantar masa depan gemilang
Tak sanggup kubalas segala jasamu
Cintamu seluas langit dan samudera
Kau anarkan apa artinya dewasa
Dengan sabar selembut bunga
Tanpa pamrih sepanjang masa
Dalam sujud kupanjatkan doa
Agar kalian selalu Bahagia
Sehat dan Panjang umur
Dalam lindungan yang Maha Esa
Sepanjang masa
Kan kujaga nama baikmu
Kan kubanggakan tiap langkahmu
Dengan ilmu dan baktiku
Sebagai bukti kasih tulusku
Untuk cinta sepanjang waktuku
Palembang, 1 April 2026
SYUKUR TANPA BATAS
Karya Marchel K.
Dalam hening aku bersujud
Menghadap-Mu dengan penuh Syukur
Karunia-Mu turun bagai hujan Cahaya
Mengisi hidup dengan penuh makna
Dalam jiwa haus akan cinta
Udara pagi kuhirup
Adalah kasih-Mu begitu lembut
Langkah kaki tetap hidup
Jadi bukti kasih-Mu tak pudar
Walau aku terpuruk
Ampuni salah dan khilafku
Sering lupa pada-Mu
Saat lemah Engkau penguatku
Dalam gelap Engkau penuntku
Selalu hadir dalam hidupku
Cobaan datang membawa hikmah
Menguatkan hati agar tak lemah
Mengajarkanku arti pasrah
Agar tetap teguh melangkah
Menggapai hidup penuh berkah
Terima kasih wahai Tuhanku
Atas segalanya dalam hidupku
Kan kujaga iman dalam sanubariku
Dengan doa bagai alunan syahdu
Hingga akhir waktu menjemputku
Palembang, 2 April 2026
RUANG KELAS SERIBU HARAPAN
Karya : Haura A.P.
Di ruang kelas sederhana ini
Tersimpan mimpi setiap hari
Papan tulis penuh makna ini
Menjadi saksi langkah kami
Menuju masa depan pasti
Buku terbuka di atas meja
Huruf menari penuh makna
Belajar tekun meraih cita
Rintangan datang tetap ada
Semangat tumbuh dalam jiwa
Suara guru mengalun merdu
Membimbing langkah penuh ilmu
Ilmu mengalir tanpa ragu
Menjadi bekal dalam kalbu
Langkah maju semakin padu
Kadang rasa jenuh melanda
Namun tekad tetap terjaga
Bangkit lagi mengejar cita
Harapan hidup terus menyala
Usaha tumbuh tanpa jeda
Kawan hadir jadi penyemangat
Dalam belajar saling semangat
Langkah bersama terasa kuat
Hati teguh semakin kuat
Harapan tumbuh semakin kuat
Ruang kelas bukan sekadar tempat
Awal langkah tumbuh kuat
Seribu harapan terikat kuat
Doa tulus terjaga kuat
Menuju masa depan penuh manfaat
Palembang, 26 Maret 2026
PETANI DI TANAH AIR
Karya : Haura A.P.
Angin pagi berbisik penuh makna
Langit biru memeluk bumi desa
Merah putih berkibar penuh bangga
Semangat tumbuh kuat dalam jiwa
Harapan hidup terus menyala
Tanah air ibu penuh cinta
Langkah kecil menuju cita
Mimpi tinggi terukir nyata
Demi negeri sepanjang masa
Doa terucap penuh rasa
Sawah luas terbentang nyata
Padi menguning tanda bahagia
Petani teguh menjaga bangsa
Keringat jatuh penuh makna
Usaha tulus tak pernah sia-sia
Pemuda bangkit penuh daya
Suara lantang menggema nyata
Langkah pasti menuju jaya
Membangun negeri tercinta
Indonesia berdiri selamanya
Mentari pagi menyinari dunia
Embun jatuh menyapa flora
Burung bernyanyi riang gembira
Alam hijau penuh pesona
Hidup damai terasa indahnya
Langkah teguh menjaga cita
Hati kuat menahan luka
Tekad bulat membangun bangsa
Cinta tumbuh dalam dada
Indonesia jaya selamanya
Palembang, 26 Maret 2026
NUSANTARA TETAP DI HATI
Karya : Haura A.P.
Nusantara berdenyut dalam jiwa
Ombak tenang tak pernah lelah
Budaya tumbuh sepanjang masa
Bintang malam bersinar cerah
Cintaku tumbuh untuk bangsa
Tarian adat bergetar penuh makna
Angin menari bebas arah
Langkah lembut menyentuh rasa
Impian lama tak pernah lelah
Indah negeri penuh pesona
Batik terlukis penuh cerita
Sungai mengalir tanpa lelah
Warna hidup memancar nyata
Pelangi hadir membawa cerah
Keindahan terjaga sepanjang masa
Bahasa daerah terdengar merdu rasa
Nyanyian lembut tak pernah lelah
Makna kata mengikat jiwa
Budaya hidup tak pernah punah
Cinta tumbuh dalam rasa
Gamelan berbunyi penuh irama
Suara denting tak pernah lelah
Hidup berdenyut dalam rasa
Nada indah terus melangkah
Menggema luas ke seluruh dunia
Indonesia abadi penuh makna
Anak bangsa tak pernah lelah
Menjaga warisan budaya
Semangat hidup terus melangkah
Bangsa jaya sepanjang masa
Palembang, 30 Maret 2026
LANGKAH DALAM PERBEDAAN
Karya : Haura A.P.
Di jalan sunyi kita bertemu
Langkah kecil hadir tanpa ragu
Perbedaan datang menyentuh kalbu
Kita saling menjaga selalu
Damai tumbuh dalam kalbu
Kita berjalan menuju terang
Kita melangkah hati tenang
Kita percaya arti senang
Kita hapus batas penghalang
Kita bersatu hati tenang
Seperti warna tak pernah sama
Namun indah saat bersama
Tak perlu serupa demi cita
Cukup saling jaga rasa
Agar damai tetap menyala
Senyum hadir penuh makna
Tangan terulur hangat terasa
Walau beda tetap searah langkah kita
Tiada benci dalam jiwa
Hanya damai terasa
Jangan biarkan ego bicara
Jangan biarkan amarah meraja
Kita kuat karena berbeda
Kita utuh dalam rasa
Itulah arti sesungguhnya
Saat perbedaan datang menyapa
Sambut hangat dengan rasa
Indah dunia penuh warna
Peluk erat tanpa paksa
Harmoni hidup selamanya
Palembang, 2 April 2026
CINTA YANG DIAM TAK TERBALASKAN
Karya : Haura A.P.
Kau senja kupandang dalam diam
Datang tanpa janji setiap hari
Membawa rindu tak pernah terberi
Namun aku hanya mampu terdiam
Menunggu rasa tak pasti kembali
Hatiku lautan rindu tak bertepi
Menyimpan ombak tak pernah tenang
Berisik di dalam namun di luar tampak tenang
Aku tenggelam tanpa kau sadari
Aku kuat padahal sedang hilang
Namamu hujan di musim kelam
Berisik diam tanpa pernah diminta
Membasahi hati dan pura-pura bahagia
Aku tersenyum meski hatiku tenggelam
Tertawa tapi penuh luka
Dirimu langit luas tak tergapai
Aku hanya burung tanpa arah
Terbang lelah tanpa pernah singgah
Berharap jatuh tepat di hatimu suatu hari nanti
Berharap padahal tak akan pernah
Cintaku api kecil terus menyala
Meski anginmu terus memadamkan
Namun aku tetap tak ingin melepaskan
Terbakar pelan tanpa suara
Aku bertahan tapi tersiksa perlahan
Kini aku hujan mulai berhenti
Menghapus jejak jika pernah ada
Melepas rasa walau masih terasa
Tak semua cinta berakhir di hati
Melupakanmu tapi masih cinta
Palembang, 3 April 2026
Post a Comment