Wednesday, May 21, 2025

PUISI KARYA SISWA-SISWI X.1 SMA XADUPA 2025



Mencoba merenung mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Ternyata gampang-gampang susah!

Puisi merupakan karya sastra yang amat erat kaitannya dengan ungkapan perasaan sseorang tentang sesuatu yang ada dalam benak pikirannnya. Perasaan yang berada dalam benak seseorang tersebut dikemas dalam ramuan bahasa sebagai medianya dengan memperhatikan aspek pilihan kata, gaya bahasa, rima, irama, kata-kata konkret, dan daya imajinasi.

Puisi sebagai ungkapan perasaan bisa dialami dan dlakukan oleh siapa pun segala umur,, di mana pun, dan kapan pun. Kodrati manusia adalah mankhluk yang bernalar dan berperasaan. Maka, karya puisi merupakan media curahan perasaan seseorang dalam kemasan bahasa yang indah berhubungan dengan pokok masalah hidup dan kehidupan, bsa bersifat personal maupun klasikal universal. 

Pelajar SMA merupakan subjek pembelajar yang secara psikologis merupakan fase perkembangan yang paling bergejolak dalam rangka menentukan jari dirinya. Oleh sebab itu, gejolak perasaan sedang mengalami arah puncak  penemuan formulasi yang tepat untuk dirinya. Hal ini memerlukan wadah sebagai tempat pencurahan perasaan untuk mengurangi endapan emosi dan pikiran. Maka, menulis puisi merupakan salah satu media pencurahan perasaan seseorang, dalam hal ini remaja tingkat SMAm, dalam berbagai konteks yang mereka alami dan rasakan setiap harinya. 

Rubrik ini merupakan tempat bagi siswa-siswi untuk mengungkapkan hal di atas dalam kaitannya proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Maka, tentunya akan diberikan apresiasi dan penghargaan terhadap karya siswa, terutama dikaji dari sisi keberanian, kejujuran, ketulusan, keihlasan, di samping tinjauan hakikat dan metode berpuisi ala I.A. Richard dalam buku Hakikat dan Metode Berpuisi.

Siswa-siswi kelas ini diwajibkan mengunggah puisinya untuk diapresiasi dan sebagai syarat pemenuhan kewajiban belajar.  Maka, harap kalian lakukan sebagaimana mestnya yang sudah ditentukan. Judul, nama, dan nomor absen harus disertakan. Manakala ada yang amat berminat, boleh mengirimkan lebih dari satu karyanya, dengan catatan harus orisinal dan tidak plagiaris sehingga tidak melanggar undang-undang hak cipta. 

Selamat mencurahkan pikiran dan perasaan! Terima kasih atas aktivtas berkarya kalian dan semuanya akan bermakna, mungkin nantinya. Waktu semakin memperkuat kenangan dan perasaan yang kalian ungkapkan dan rasakan!

33 comments:

  1. Arga Yudha (06)
    Judul : Untukmu yang Tak Pernah Tahu

    Aku mencintaimu, sungguh tak berani,
    Bukan karena tak ingin, tapi karena kau tak melihat,
    Seperti hujan yang jatuh di tanah asing,
    Aku hadir, tapi tak pernah menjadi bagian.

    Setiap pagi, kau berjalan melewatiku,
    Dengan tawa yang kau bagi pada dunia,
    Sementara aku,
    hanya diam, menelusuri jejakmu lewat mata.

    Namamu kusimpan di antara detak,
    Di sela napas yang tak sempat mengucap,
    Kau sibuk mengejar langitmu sendiri,
    Tak tahu, ada yang menunggumu di bumi ini.

    Bukan bintang, bukan rembulan yang bersinar,
    Namun di dadaku, kau menetap seperti senyap,
    Tak pernah datang seperti yang lain datang,
    Tapi juga tak pernah hilang seperti yang semestinya pergi.

    Aku mungkin bukan siapa-siapa bagimu,
    Bahkan mungkin bukan bayangan pun di matamu,
    Bukan berharap kau akan membalas,
    Aku hanya ingin kau tahu aku pernah ada.

    ReplyDelete
  2. Nama: Sakya Ditha
    Absen: 29

    Judul: Rindu yang Tak Bermuara

    Kutulis namamu di langit yang muram,
    Angin membawa rinduku yang pilu.
    Cinta terjebak dalam ruang kelam,
    Namun suaramu membuatku bersatu.

    Kau jauh, serupa bintang di seberang,
    Namun cahayamu terangi jiwaku.
    Aku menunggu dengan hati yang bimbang,
    Di tengah malam dan bayang semu.

    Tak terjamah jemarimu yang kutunggu,
    Namun doaku terbang ke arahmu.
    Rasa ini tak lelah walau membatu,
    Dalam diam, aku memeluk rindu.

    Setiap jeda adalah luka terpendam,
    Tapi cinta ini tak akan padam.
    Kita adalah nyala dalam kelam,
    Yang tetap hidup meski tanpa genggam.

    Dan bila waktu luluh oleh harap,
    Kupeluk kau dengan seluruh semesta.
    Biar dunia hancur, cinta tetap
    Mengakar di dada, tak bisa sirna.

    ReplyDelete
  3. Cinta Kasih Tak Bertepi

    Cinta kasih bukan sekadar kata,
    Ia hadir dalam bisu dan laku,
    Menyentuh hati tanpa suara,
    Menumbuhkan harap di ruang sendu.

    Ia seperti matahari pagi,
    Hangat, meski tak selalu tampak,
    Memberi tanpa ingin kembali,
    Menjadi pelita dalam gelap.

    Cinta kasih adalah pelukan jiwa,
    Yang tak lekang meski waktu berlalu,
    Ia tumbuh di sela luka,
    Menjadi kekuatan yang tak semu.

    Jika dunia terjerat amarah,
    Cinta kasih datang sebagai damai,
    Menyejukkan hati yang gundah,
    Dan membuat segalanya terasa lebih ramai.

    ReplyDelete
  4. Nama: Maylin Felincia (22)
    Judul : Tak Berani Tapi Menunggu

    Aku mengagumimu dalam diam,
    Menyimpan rasa tak tersampaikan.
    Menanti tanpa tahu jawaban,
    Berharap hatimu ikut merasakan.

    Namun aku tak tahu harus bagaimana,
    Tak ingin terus menunggu sia-sia.
    Tapi takut tuk jadi yang pertama,
    Yang mengakui rasa yang kupunya.

    Kadang hati ini bertanya sendiri,
    Di saat kau tak pernah sadar.
    Apakah kau pernah peduli,
    Bahwa ada aku yang diam menunggu.

    Aku wanita yang tak mudah berkata,
    Namun rasa ini terus membara.
    Ingin kau tahu aku di sini,
    Meski takut tuk mengungkapkan cinta.

    Terlalu lama aku mengagumimu,
    Dalam diam yang tak kau tahu.
    Semoga kau mengerti,
    Dan semoga tak terlambat untuk kau pahami.

    ReplyDelete
  5. Angelyn (04)
    Judul: "Tetap Hangat"

    Bukan karena kata yang megah,
    Atau janji yang terucap indah.
    Cinta bertahan justru karena,
    Ia tahu caranya menjadi sederhana.

    Di pagi yang sibuk dan biasa,
    Masih ada teh hangat di meja.
    Itu cukup untuk berkata,
    “Aku di sini, seperti biasa.”

    Tak selalu tawa yang mengikat,
    Kadang diam pun bisa erat.
    Asal hati saling mengingat,
    Meski dunia terus melesat.

    Cinta bukan api yang membara,
    Tapi bara yang terus menyala.
    Memberi hangat tanpa memaksa,
    Mengikuti waktu, apa adanya.

    Dan ketika segalanya berubah,
    Kita tetap berteduh bersama.
    Karena cinta tak butuh gemerlap,
    Cukup hati yang tetap hangat dan tetap menetap.

    ReplyDelete
  6. Gerardo Genta pratama 19
    Judul : Senandung Pagi di Tepi Sawah

    Embun berbisik pada ujung padi,
    menggemericikkan mutiara bening,
    angin lembut mengantar sunyi,
    sebelum mentari benar-benar meninggi.

    Langkah petani memecah kabut,
    meninggalkan jejak di tanah basah,
    doa mereka terangkat lirih,
    dalam irama cangkul dan napas pasrah.

    Burung-burung membatik langit,
    garis terbangnya menjahit awan,
    cahaya jingga menetes pelan,
    mewarnai hijau menjadi harapan.

    Di balik bukit, hari menua,
    dedaunan menutup cerita siang,
    suara jangkrik mengundang bintang,
    membuka tirai malam perlahan.

    Dan ketika segala riuh terdiam,
    bulan bangkit—lentera pekat gulita,
    sawah terpantul bagai cermin,
    menyimpan bisik alam dalam dada manusia.

    ReplyDelete
  7. Meymorine Christin (23)
    Judul: Suara Alam

    Di balik gemuruh daun yang luruh,
    Alam berbicara dengan bisu yang jujur.
    Sungai berbisik lirih pada bebatuan,
    Tentang luka yang tak kunjung disembuhkan.

    Langit menggelap bukan karena malam,
    Tapi oleh asap yang mencuri terang.
    Burung-burung pergi tanpa salam,
    Karena pohon tak lagi memberi teduh dan pangan.

    Tanah retak menahan tangis,
    Air mata hujan tak lagi manis.
    Kita yang lupa menanam cinta,
    Kini menuai duka dari alam semesta.

    Namun harapan belum sepenuhnya hilang,
    Masih ada tangan-tangan yang datang.
    Menanam pohon, memungut sampah,
    Mengubah nestapa menjadi berkah.

    Mari dengar bisikan bumi,
    Rawat ia sepenuh hati.
    Agar kelak anak cucu kita,
    Mewarisi dunia yang lebih bijaksana.

    ReplyDelete
  8. Aaron Elfred Jerahmeel (1)
    Dalam Diam, Aku Mencintaimu

    Tak perlu kata untuk mencintai,
    sebab cinta kadang tumbuh di antara jeda,
    di sela-sela tawa yang tak sengaja,
    di balik mata yang saling menatap,
    namun bibir memilih diam.

    Aku mencintaimu,
    dengan cara yang tak pernah kau tahu,
    seperti hujan mencintai bumi,
    jatuh berkali-kali, namun tetap kembali,
    meski akhirnya mengalir pergi.

    Kau adalah pagi yang kutunggu,
    meski malam belum ingin selesai,
    kau adalah cahaya di mataku,
    bahkan saat dunia menutup mata.

    Aku mengenangmu dalam setiap detik,
    dalam lirih doa yang tak kau dengar,
    dalam langkah-langkah kecil yang menjauh,
    namun hatiku tetap mendekat.

    Andai kau tahu,
    cinta ini bukan sekadar rasa,
    tapi tekad untuk menjaga,
    meski dari jauh,
    meski tak bisa memilikimu sepenuhnya.

    Bila takdir tak menuliskan kita,
    biarlah namamu tetap tinggal,
    di ruang rahasia dalam hati,
    tempat hanya kau seorang yang tahu.

    Sebab mencintaimu,
    adalah caraku menemukan arti,
    meski tak berbalas,
    meski hanya aku yang merasa,
    aku tetap bersyukur…
    pernah jatuh cinta padamu.

    ReplyDelete
  9. Nama: Ezzellya Joelin Marbun (18)
    Judul: "Pendidikan, Cahaya Masa Depan"

    Di ruang sempit berdebu cahaya
    Ibu guru menanam tanya,
    Bukan jawaban yang ia paksa
    Melainkan hati yang dia buka

    Bukan hanya angka dan aksara
    Ia ajarkan makna berbagi rasa
    Tentang menghargai tiap beda
    Tentang berjalan bersama tak hanya cepat semata

    Ia tahu tiap murid tak seragam
    Ada yang bunga, ada yang ilalang
    Tapi semua layak tumbuh tenang
    Di ladang ilmu yang lapang

    Pendidikan bukan perlombaan
    Melainkan pelukan penuh harapan
    Agar setiap jiwa, tak peduli perlahan
    Bisa menjadi cahaya di masa depan

    Pendidikan adalah jembatan yang rendah hati
    Yang tak ingin diagungkan tinggi
    Cukup disyukuri dalam sanubari
    Karena telah menemani mimpi berdiri

    ReplyDelete
  10. Nama :Christian Wilson L. T.
    Absen :10
    Judul : Api Semangat di Bangku Sekolah

    Di bangku sekolah kami berdiri,
    Langkah kecil menapak pasti,
    Meski godaan datang bertubi,
    Kami pelajar, takkan tergelincir lagi.

    Kenakalan bagai angin menggoda,
    Meniup lemah hati yang lara,
    Namun kami punya cita dan asa,
    Menjadi cahaya, bukan bara.

    Teman mengajak jalan menyimpang,
    Tapi hati tetap berpijak tenang,
    Kami tahu arah yang cemerlang,
    Tak dibangun dari langkah bimbang.

    Ilmu kami jadikan perisai,
    Nilai luhur jadi tonggak damai,
    Walau gelap kadang mendekap,
    Semangat belajar takkan lenyap.

    Guruku, doamu jadi lentera,
    Orang tua, harapmu jadi mahkota,
    Kami pelajar, pembawa cahaya,
    Melawan nakal dengan jiwa mulia.

    ReplyDelete
  11. Ellena Tiffany Saragih
    Absen : 15

    Judul: Rindu yang Tak Bisa Menyapa

    Aku menatap malam yang tak bertuan,
    Langitnya hitam, sehitam perasaanku malam ini,
    Namamu datang tanpa pernah kupanggil,
    Lalu pergi, meninggalkan sepi yang tak bisa kumengerti.

    Langkahmu pergi, tapi jejak tertinggal,
    Di tiap sudut hati yang tak pernah pudar,
    Bayangmu menetap di setiap ruang waktu,
    Meski cinta ini tak sempat menjadi benar.

    Aku ingin bertemu, walau sekilas,
    Namun suara tercekat oleh jarak dan waktu,
    Kupendam cinta dalam rindu yang tak tuntas,
    Sambil berdoa diam-diam: semoga hatimu tahu.

    Setiap malam adalah pengingat luka yang lembut,
    Bukan karena kau menyakitiku,
    Tapi karena aku mencintaimu begitu dalam,
    Dan tak tahu caranya mengatakannya selain lewat kenangan.

    Jika suatu hari kita bersisian kembali,
    Aku mohon pada Tuhan—biarkan waktu membeku,
    Agar aku bisa menatapmu lebih lama,
    Dengan cinta yang tak pernah mampu menyapa.

    ReplyDelete
  12. Nama : Matheus Hanniel Cesario (21)
    Judul : "Cahaya Di Ujung Pagi"

    Di balik sunyi lembaran buku,
    Ada suara mimpi yang tak pernah layu,
    Pendidikan bukan sekadar ilmu,
    Tapi jalan hidup menuju restu.

    Bukan gedung megah yang jadi ukuran,
    Namun semangat dalam dada yang berperan,
    Guruku menanam harapan dengan sabar,
    Meski balasnya tak selalu terdengar.

    Pensil tajam dan papan tulis kusam,
    Menjadi saksi langkah pertama yang dalam,
    Di sana kutemukan dunia yang luas,
    Lebih dari peta dan angka yang jelas.

    Terkadang letih mendaki tangga nilai,
    Tapi kutahu ini bukan soal cepat selesai,
    Melainkan membentuk siapa aku nanti,
    Bukan hanya pintar, tapi juga berarti.

    Maka hari ini kutulis janji sendiri,
    Belajar bukan karena disuruh atau dipuji,
    Tapi karena masa depan menanti,
    Dengan tangan terbuka dan hati yang berani.

    ReplyDelete
  13. NAMA : M. AFFAN MAHDY (24)
    JUDUL : Kasih yang tak bertepi


    Kasih yang Tak Bertepi

    Di matamu kutemukan hangat mentari,
    Sinarnya lembut menyentuh relung hati,
    Cinta lahir tanpa diminta, tanpa janji,
    Namun tumbuh setia sepanjang hari.

    Kau ajarkan arti memberi tanpa pamrih,
    Menjadi sandaran saat dunia letih,
    Kasihmu bagai angin di musim perih,
    Selalu hadir, tak pernah berpaling pergi.

    Dalam dekapan waktu yang tenang,
    Kita rajut harapan tanpa lengang,
    Setiap luka kau balut dengan senang,
    Membuat hidup terasa lapang.

    Aku percaya pada bahasa tanpa suara,
    Tatapan yang bicara lebih dari kata,
    Karena cinta sejati tak perlu dipaksa,
    Ia hadir tulus di setiap rasa.

    Bersamamu, aku belajar tentang hati,
    Tentang menerima, tentang mengerti,
    Tentang cinta kasih yang abadi,
    Tak lekang waktu, tak pudar hari.

    ReplyDelete
  14. Nama : Dhira Ama Satya Yuvati
    No. Absen : 13
    judul : "Rintik di Balik Dada"

    Hujan turun tak bertanya,
    di ujung senja yang tenggelam membisu,
    angin menggigil menahan kata,
    seolah langit pun turut pilu.

    Ada rintik di balik dada,
    tak terlihat, namun terasa dalam,
    luka lama berselimut nyata,
    diam-diam merayap di malam.

    Senyum kutarik dari sisa cahaya,
    padahal perih mengendap pekat,
    setiap tawa adalah upaya,
    menyembunyikan luka yang lekat.

    Kenangan datang serupa bayang,
    mengusik tenang yang kupalsukan,
    aku berjalan dalam kelam,
    menyusun hati yang berhamburan.

    Namun biarlah rintik reda perlahan,
    meski jejaknya tak mudah sirna,
    setiap luka akan temukan jalan,
    untuk sembuh, meski tak sempurna.

    ReplyDelete
  15. Nama:Deliansyah(X,1)

    Judul:Jejak Digital di Ujung Jari

    Di pagi yang sunyi layar menyala,
    Jari-jari menari tanpa jeda.
    Informasi datang tanpa diminta,
    Hingga lupa waktu dan makna.

    Dunia dalam genggaman terasa nyata,
    Namun kadang sepi menyapa.
    Scroll demi scroll tiada henti,
    Adakah makna dalam tiap detik yang pergi?

    Generasi muda, cahaya masa depan,
    Jangan biarkan cahaya itu padam pelan.
    Teknologi memang jalan kemajuan,
    Namun bijaklah dalam penggunaan.

    Gunakan waktu sebaik mungkin,
    Bukan hanya untuk hal yang mengalihkan.
    Jadilah pelita dalam zaman digital,
    Yang cerdas, sopan, dan bermoral.

    ReplyDelete
  16. Willyem Wijaya Toni
    3726 mdpl
    (Puisi tentang Puncak Ketinggian dan Perjalanan)

    Di antara kabut dan angin yang berlari,
    Langkah tertatih menantang sunyi,
    3726 meter menjulang tinggi,
    Di sanalah langit seolah bisa digapai jari.

    Hutan bisu, batu bercerita,
    Jejak langkah menjadi doa yang nyata,
    Peluh dan lelah bersatu dalam makna,
    Bahwa puncak bukan sekadar angka.

    Angin dingin mencium raga,
    Matahari malu di balik cakrawala,
    Namun hati hangat oleh rasa,
    Telah tiba, di atap jiwa yang merdeka.

    3726 mdpl, bukan hanya ketinggian,
    Ia adalah mimpi, tekad, dan harapan,
    Tentang manusia yang menantang batas,
    Dan menemukan dirinya dalam pendakian yang luas.

    ReplyDelete
  17. Dwi Cahya Putri P. (14)
    judul: Lukisan Kehidupan

    Hidup laksana kanvas terbentang,
    Dilukis waktu, tak bisa diulang,
    Ada warna cerah penuh terang,
    Ada pula gelap yang datang menyerang.

    Langkah manusia tak selalu lurus,
    Ada rintangan, kadang terjerumus,
    Namun dari jatuh kita belajar,
    Bangkit kembali, jadi lebih sadar.

    Hari-hari bagai lembar cerita,
    Tertulis suka juga nestapa,
    Namun di tiap bait yang terbaca,
    Terselip hikmah yang amat berharga.

    Kehidupan bukan tentang sempurna,
    Melainkan tentang terus berusaha,
    Menjadi baik meski terluka,
    Memberi makna dalam tiap asa.

    Jadi jangan lelah untuk berjalan,
    Meski beban terasa menekan,
    Karena hidup adalah perjalanan,
    Yang indah jika kita bertahan.

    ReplyDelete
  18. Nama : Aldo Saputra Jaya
    Judul : Bayang yang Tak Tersentuh

    Di ujung senja kutulis namamu,
    di antara bisu dan rindu yang membatu.
    Langit tahu kita saling mencinta,
    namun takdir enggan menyatukannya.

    Kita berjalan pada lorong berbeda,
    meski hati selalu ingin bersama.
    Tatapanmu hadir di tiap langkah,
    tapi jarak menjelma jadi celah.

    Cinta ini bukan tak berani,
    hanya terkurung batas yang sunyi.
    Kau dan aku bagai bayang,
    dekat, tapi tak bisa tergenggam.

    Kupeluk rindu dalam diam,
    saat malam menuliskan kenangan kelam.
    Tak bisa bersatu bukan tak setia,
    hanya dunia tak memberi celanya.

    Jika waktu ingin berubah haluan,
    dan semesta menghapus penghalang jalan,
    kutitipkan harap pada Tuhan semesta,
    agar cinta ini akhirnya punya cerita.

    ReplyDelete
  19. Judul: Bayang Senja

    Langkah kecil di ujung sore,
    membawa rindu yang tak terucap,
    matahari jatuh pelan ke barat,
    meninggalkan cahaya yang hangat.

    Angin berbisik lirih di telinga,
    menceritakan rahasia hari yang lalu,
    daun-daun pun ikut menari,
    menghapus jejak resah yang semu.

    Langit mulai berubah warna,
    dari biru ke jingga lembut,
    seolah alam ingin berkata,
    "Tenanglah, semua akan lurus."

    Di jalan pulang tanpa suara,
    pikiran berlari tanpa arah,
    namun hati diam-diam percaya,
    bahwa esok membawa cerah.

    Senja pun hilang di ujung langit,
    menyisakan gelap yang damai,
    dan aku berdiri, tetap mengingat,
    bahwa hari ini tak pernah usai.

    ReplyDelete
  20. Nama: Jesica Flowrencia Angel
    Absen: 20
    Judul: "Hujan di Sore Hari"

    Langit berselimut mendung kelabu,
    Angin mengusap lembut dedaunan,
    Tetes pertama menyentuh bumi,
    Membasahi debu yang lama menanti.

    Rintik beruntun menjadi simfoni,
    Menggema merdu di atas atap seng,
    Berdansa gemulai di kaca jendela,
    Melantunkan lagu tanpa lirik.

    Anak-anak berlarian riang gembira,
    Menyongsong karunia dari angkasa,
    Sementara ibu-ibu bergegas sigap,
    Menyelamatkan cucian yang terjemur.

    Wangi petrichor menguar harum,
    Berpadu dengan semerbak bunga kamboja,
    Dunia sejenak terhenti khusyuk,
    Dalam dekapan kasih sang hujan.

    Kala gerimis mulai mereda perlahan,
    Pelangi samar tersenyum di cakrawala,
    Mengingatkan jiwa yang lelah,
    Bahwa setelah duka, ada suka.

    Hujan sore yang teduh,
    Guru bijak tanpa bertutur,
    Mengajarkan makna kehidupan:
    Jiwa perlu disiram untuk berbunga.

    ReplyDelete
  21. Judul :Guru
    Barang siapa mau menjadi guru
    Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri
    Sebelum mengajar orang lain
    Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan
    Sebelum mengajar dengan kata-kata

    Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri
    Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri
    Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
    Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
    Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

    ReplyDelete
  22. Nama : Paskalis Bintang (26)
    Judul: “Rahasia di Balik Tatap”

    Aku mencintaimu—dalam diam,
    Di sela tawa dan tutur yang samar.
    Saat kau lewat, hatiku bergetar,
    Namun bibirku tetap memilih sabar.

    Mataku mencarimu dalam ramai,
    Tapi pandanganku selalu berpaling usai.
    Bukan tak ingin kau tahu,
    Hanya takut kehilanganmu jika rindu itu kubuka dulu.

    Aku bicara lewat perhatian,
    Lewat senyum yang kutahan perlahan.
    Kau tak pernah tahu,
    Bahwa namamu menetap dalam setiap detak waktu.

    Aku mencintaimu—dengan malu,
    Bukan karena ragu,
    Tapi karena cinta ini terlalu tulus
    untuk sekadar diucap tanpa arah yang jelas.

    ReplyDelete
  23. Nama : Anindi Zihana S
    Judul: "Untuk Hati Seorang Pelajar"

    Di pagi buta kau terjaga,
    Dengan mata lelah dan semangat yang tersisa,
    Buku-buku jadi teman setia,
    Meski hati kadang ingin menyerah saja.

    Langkahmu ringan menuju sekolah,
    Di balik senyum, pikiranmu lelah,
    Tugas menumpuk, waktu pun kalah,
    Namun kau tetap berjalan tanpa mengeluh pasrah.

    Kadang nilai tak sebanding usaha,
    Tapi itu bukan akhir segalanya,
    Ilmu bukan sekadar angka,
    Melainkan cahaya dalam gelap dunia.

    Teman datang silih berganti,
    Ada tawa, juga luka yang tersembunyi,
    Belajar tak hanya soal teori,
    Tapi juga tentang hati yang mengerti arti.

    Tetaplah melangkah meski perlahan,
    Setiap peluhmu bukanlah kesia-siaan,
    Kelak kau akan lihat tujuan,
    Bahwa perjuanganmu adalah kekuatan.

    ReplyDelete
  24. Nama : Rani Ariyani (27)
    Judul : Sempurna Namun

    Kau hadir bagai cahaya pagi,
    Indah menembus sunyi dan sepi.
    Senyummu teduh, tatapmu damai,
    Namun hatimu tak pernah sampai.

    Langkahku ragu menapak harap,
    Terhenti oleh batas yang begitu rapat.
    Kau terlalu tinggi untuk kugapai,
    Laksana bintang di langit yang permai.

    Setiap kata yang kau ucap lembut,
    Membuat jiwaku makin terpaut.
    Namun aku sadar dalam diam,
    Kita tak ditulis dalam satu alam.

    Kau sempurna, tak tercela rupa,
    Tapi dirimu bagai bayang semu belaka.
    Makin kukejar, makin kau lenyap,
    Tinggalkan hati dalam peluk yang senyap.

    Meski tak bisa memilikimu nyata,
    Cintaku tak pupus oleh luka.
    Biar kuabadikan dalam doa sunyi,
    Cinta untukmu, meski hanya sendiri.

    ReplyDelete
  25. Anonymous8:34 PM

    Britney Christy Lestari Nainggolan (08)
    Judul: Aduhai, Rindu Ini

    apa kabar disana?
    detik-detik senantiasa berlalu
    lama tak saling sapa
    lama tak saling cerita
    lama tak saling bertukar rasa

    aku titipkan segala keresahan,
    pada harum rintik hujan
    pada lirih angin yang berbisik
    hingga hangatnya sinar surya

    andai waktu bisa kurengkuh kembali
    kan kurajut temu di tiap denyut memori
    menyulam jejak rasa dalam bisikan sunyi
    namun takdir merupakan jalan abadi
    mengarah ke ujung yang tak pernah kembali

    terima kasih, telah menyempatkan datang
    terima kasih, karena berani pulang

    aduhai, rindu ini
    tak pernah kusesali

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Nama : Evant Gratio Hamonangan (17)
    Judul : Abadi

    Ini bukanlah hanya sebuah judul atau nama
    Tetapi ini yang mengajarkanku apa itu cinta
    Dia yang membuat aku gila
    Dan Dia yang membuat aku terpesona

    Dia bagaikan senja di sore hari
    Sangat cantik untuk dilihat orang
    Dia juga bagaikan bulan dimalam hari
    Yang selalubersinar dan juga terang

    Rindu di perasaanku semakin menggelora
    Lebih kuat dari matematika
    Lebih luas dari fisika
    Dan lebih terasa dari kimia

    Tetapi kita hanya manusia biasa
    Dan tidak ada hubungan yang sempurna
    Jangan sedih karena kita Berpisah
    Tetapi berbahagialah karena kita pernah ada

    Aku hanya bisa menunggu mu
    Bahkan diakhir hidupku
    Bisa ku hanya mencintaimu
    Walaupun dalam diriku hanyalah sarang rindu

    ReplyDelete
  28. Christian Martuani Nainggolan
    X.1
    "Pelita Cinta Kasih"

    Cinta kasih tak mengenal rupa,
    ia hidup dalam hati yang rela,
    mengalir tulus tanpa pamrih,
    menyembuhkan luka tanpa pedih.

    Ia hadir dalam pelukan ibu,
    dalam senyum sahabat yang setia menunggu,
    dalam tangan yang tak lelah memberi,
    dan jiwa yang tulus mengerti.

    Cinta kasih adalah pelita,
    menyinari dunia dengan cahaya sederhana,
    bukan tentang siapa paling berkuasa,
    tapi siapa yang paling mampu mencinta.

    Jika kamu ingin versi anak-anak, religi, atau untuk tema sekolah, tinggal beri tahu ya!

    ReplyDelete
  29. Christreeve Chanhiro (11)
    Judul : Meraih Impian Setinggi Langit


    *Terbang* di angkasa dengan *bebas*
    Bak burung-burung di udara
    Tiada *terhalang* oleh hambatan apapun
    Menyusuri samudra *luas* nan biru

    Di depan mata, *impianku* membumbung tinggi,
    Ingin kugapai, tak peduli lelah dan rugi.
    Bukan cuma khayalan, tapi *tujuanku* yang nyata,
    Yang selalu ada di hati, jadi semangat utama.

    Meski jalannya susah, penuh tantangan menghadang,
    Aku akan terus maju, sampai impian jadi terang.
    Bintang-bintang di langit, jadi *saksi bisu*,
    Melihat usahaku yang tak pernah ragu.

    Kadang jatuh, tapi bangkit lagi itu biasa,
    Hilangkan rasa takut, tanam *percaya diri* saja.
    Setiap keringat yang keluar, itu pupuk biar tumbuh,
    Harapan di dada, tak akan pernah runtuh.

    Langit biru luas, seperti gambaran *hatiku*,
    Yang pantang menyerah, terus berjuang selalu.
    Kibarkan bendera semangat, setinggi burung terbang,
    Kejar semua mimpi, jangan pernah sedikit pun bimbang.

    Karena di sanalah,
    kebahagiaan sungguh terasa,
    Saat semua impian tergapai,
    jadi kenyataan perkasa.

    ReplyDelete